Momogunology Forum

This site ( MOMOGUN FORUM) is for forum lovers eager to discuss anything positive on Momogun Ethnic and its people. Share with us on anything especially related to Momogun people positively.
 
IndeksPortalCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Top posters
bushido
 
randagan
 
Admin
 
myki
 
Enuvung
 
paraivagas
 
nikhmedia
 
bon
 
Ferr
 
Randavi
 
Latest topics
Affiliates
free forum
Facebook
Follow us on Twitter
Momogunology Links

MOMOGUNOLOGY GROUP  

Momogunology Centre

Momogunology Blog

Randagan Extra Blog

The Rungus Times

Resipi Momogun

Momogun Chat Room


TAMU ONLINE TOKOU
Momogun Trade Union

 

MOMOGUN SANDAD
Rungus Education
Sabah's Last Frontier
Rungus People Blogspot

Sahabat Felda Forum
Mikakambai Forum

 

SABAH FORUM

I love Sabah Forum

Sabah Forumotion

Nunuk Ragang Forum

Sabah Forum

Kadazandusun Forum

 

NEWSLINK

New Sabah Times
Sabah Daily Express
The Borneo Post Online
Malaysia Kini
Berita Harian
Utusan Melayu

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu :: 1 Bot

Tidak ada

User online terbanyak adalah 51 pada 14/11/2009, 8:28 pm
< class="" height="25"> Pencarian
 


 Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Perkenalkan diri.. jom
22/9/2008, 1:15 am by Admin
testing post

Comments: 60
Tulun kimaragang mantad KUS
24/6/2009, 4:49 pm by rumputt
Pertama sekali menorimakasi oku sid tuan admin sbb menuduk do lalan kumaa siti. Ong aso ih kesalaaan nah aeingin oku dot mogom-ogom poh siti...kaakalu ong waro poh tongo kuukupi hihihi!!! Very Happy

Comments: 2
Kakitangan Rasmi Momogunology Research Centre [MRC]
2/1/2009, 9:34 pm by bushido
Kepada pembaca yang terhornat,

Di sini pihak pengurusan Momogunology mengumumkan bahawa rakan rasmi dan tetap Momogunology baru 1 orang iaitu seperti senarai di bawah:

1. Ie. Randagan

Tugas-tugas tobpinai Randagan ialah dalam bidang:
- Kesusasteraan Kodori Momogun dan di bantu oleh saya
sendiri Ie. Bushido
- Kayu dan Herba Momogun


PERHATIAN:

kepada sesiapa yang berminat bergabung …

[ Full reading ]
Comments: 6
Sebuah seruan dari pendiri Momogunology
1/1/2009, 6:38 pm by bushido
Para pembaca yang terhormat,


Hari ini saya hendak meminta Anda untuk mendukung Momogunology dengan pelbagai sejarah lisan, boros momogun, tuturan, usuran, bvahul dan apa saja bentuk kesusasteraan momogun rungus.

Mungkin ini kedengarannya aneh mengapa Momogunology perlukan semua itu?

untuk pengetahuan anda, Momogunology ialah salah satu-satunya projek web paling populer dan paling banyak …


[ Full reading ]
Comments: 3
Kopivosian Tadau Kinosinaan
3/1/2009, 4:54 pm by bushido
Saya ingin ucapkan Happy Birthday kumaa tobpinai Randagan.

ndak lama lagi tu... 1 hari lagi sampai sudah tadau kinosinaan.

Comments: 5
Momogun Pitas
11/1/2009, 8:42 pm by pinsan
Bah mari lah bah kenal2 sama saya..orang momogun dari pitas juga bah ni.

Oh ya kpd tuan admin, saya ada meleetakan nama forum tuan di website saya seperti di signature saya tu.

Comments: 3
kopivosian rumikot kumaa momogun sandad
18/10/2008, 8:46 pm by Admin
kopivosian kumaa ahli momogun sandad...

selamat bergabung...

Comments: 3
Di sebalik kehidupan ini...
23/11/2008, 11:37 am by Admin
Saya masih ingat masa saya kecil. Keluarga saya besar dengan adik-beradik yang ramai. Makanan harian kami jarang sekali makan daging setiap hari sayur (pelbagai jenis sayur yg tiada dijual di pasar kerana terdiri daripada sayur tradisional yang hanya dapat diperolehi di hutan sahaja).

Dari pada rebung buluh sehinggalah kepada tivak polod, tomborua yang pahit, betik, jantung pisang dan …


[ Full reading ]
Comments: 5

Share | 
 

 Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 144
Location : Momogun Planet
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   23/11/2008, 11:47 am

Apakah pendapat anda?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://momogun.page.tl
randagan
Pinsan Haring
avatar

Jumlah posting : 201
Location : Lahad Datu-Kudat
Registration date : 29.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   25/11/2008, 12:55 pm

Tuan admin, saya belum ada maklumat ttg ini ttpi ini bukanlah perkara yg boleh merugikan kaum momogun kita sekalipun ia benar krn ia hal keturunan. Kalau kenyataan yg ada disokong dengan fakta-fakta yg konkrit, maka kemungkinan besarnya memang kita dan suku dayak ini pada asalnya adalah satu rumpun sekurang-kurangnya. Dari segi bahasa dan corak hidup nampak ada persamaan, jadi mengapa kita harus lari dari realiti. Cuma kenyataan yg mengatakan kita pernah dijajah oleh suluk, dlm apa keadaanpun, saya tidak setuju.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://sahabat.forummotion.com/
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 144
Location : Momogun Planet
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   25/11/2008, 9:23 pm

Langue : Rungus
code ethnologist (SIL)* : DRG
ISO code 639-2 (B) : map
other names of the language* : Dusun Dayak, Melobong Rungus, Memagun, Memogun, Momogun, Roongas, Rungus Dusun
statute* : Living language
dialects* : Gonsomon, Nulu, Rungus
official language in the following countries* :
country where the language is spoken* : Malaisie
linguistic group :
linguistic family :
written form :
* These data are extracted from the Ethnologue SIL International base.
A number of speakers and other information (a link to Ethnologue) :here



Source:
http://www.ethnologue.com/14/show_language.asp?code=DRG
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://momogun.page.tl
Admin
Admin
avatar

Jumlah posting : 144
Location : Momogun Planet
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   25/11/2008, 9:34 pm




Diatas adalah bahasa Dayak Ot-Danum [suku Dusun Witu] di Kalimantan. Selain persamaan bahasa, Momogun Rungus dan Dayak mempunyai persamaan dalam bentuk petempatan masyarakat iaitu Rumah Panjang.



Dalam Bahasa Dayak, Rumah Panjang di sebut sebagai "Be'tang [bvetang]. Manakala dalam bahasa M.Rungus Rumah Panjang di sebut sebagai Bvinatang.


Ini bukan bermakna kita dari Kalimantan tetapi ini membuktikan bahawa bangsa kita adalah penduduk utama kepulauan Borneo. Termasuk dalam bahasa Bidayuh masih terdapat banyak persamaan bahasa antara kita.

Bahasa Bidayuh menyebut Isteri sebagai Sevon atau Sewon. Manakala dalam bahasa kita di sebut Savo.

Cerita dalam bahasa Bidayuh di sebut Tanen dan dalam bahasa Momogun kita sebutnya sebagai Tangon.



Ada banyak lagi persamaan tetapi tak sempat ingat satu persatu. Ini menunjukkan bahawa wajar sekali Momogun Rungus yang juga di kenal sebagai Dayak Dusun perlu bergabung utk membentuk kesatuan dengan Dayak-dayak yang lain.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://momogun.page.tl
randagan
Pinsan Haring
avatar

Jumlah posting : 201
Location : Lahad Datu-Kudat
Registration date : 29.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   26/11/2008, 11:10 am

ayak is a name of tribes that identifies the various indigenous peoples on the island of Borneo by the Indonesian part known as Kalimantan. They are divided into about 450 ethno-linguistic groups. Despite some differences, these group share physical features, architecture, language, an oral tradition, customs, social structure, weapons, agricultural technology and a similar outlook on life.

Dayak population estimated at about four million spread over the four Indonesian provinces in Kalimantan / Borneo, the Malaysian territories of Sabah and Serawak and Brunei Darussalam. In Sabah, the Dayak are known as Kadazandusun.

In the past, anthropologists described the Dayak as the "legendary natives of Borneo" who lived in longhouse and engaged in head-hunting. Today, they form a small minority, the loser in an era of swift change and modernization.

The original Dayak identity their cultural, economic, religious and political life has been preserved through their oral tradition. Experts agree that there are many basic affinitives in the legends of the various Dayak groups. Sadly, though, all the original elements of Dayak life as described in the legends have suffered significantly from external elements.

Modern Religions

Christianity greatly affected the status of legends among the Dayak groups. The legends, which were recited during rituals, were dismissed as animistic. The Christian converts deem adherents to the traditional religion primitive and obsolete. The doctrine was spread through schools and sermons in the villages. In Central Kalimantan, people call it the "obsolete yeast" or "emptying glass" policy. Anthropologist J.J. Kusni concludes in one of his books that the propagation of Christianity amounts to the conquering of the Dayak.

The Christian proselytizers shouldering what they call ‘la mission sacre’ of civilizing the savage peoples see the Dayak culture as ‘obsolete yeast’, worth disposing. The ‘obsolete yeast’ concept tends to drain the Dayak of their culture and fill them out with new values," says Kusni. The policy was exercised not only in Central Kalimantan, but also in East, West and South Kalimantan. Further, Christianity was considered as a savior and a symbol of modernization. The impact has been great. The Christians are uncomfortable attending funerals and weddings of pagans.

In a West Kalimantan village, used as a base by a Christian mission, posters are plastered all over the place to intimidate Dayaks from practicing their cultural traditions. A poster in illustrates a path branching in two. The left is "the road to hell", with a picture of a ritual at the end of the road. The right is "the road to heaven", with a picture of modern life is seen at the end of the road.

Lifestyle

Before the 1950s, the Dayak peoples lived in communal longhouses. Today, longhouses are rare in Kalimantan. Their disappearance in turn affects the process of preserving the social, economic, cultural, and political values of the Dayak. Before, children were taught the basics, including the legends. Before going to bed, youngsters relaxed in the soah (open area) to listen to their parents tell stories. The change from living in longhouses to single-family houses makes it impossible for the Dayak to continue the story telling tradition. There is simply not enough space in a single-family house for it.

The coming of radio and television has promoted a consumptive culture. This is the era of new colonialism by capitalism. Dayak youngsters migrate to Indonesian cities in great numbers, either to pursue their studies or make a living. They are enthralled with the glamour and lifestyle of urban Indonesians. Some drop out of school, lacking skills and knowledge, to pursue this lifestyle. This is the short cut attitude. In Pontianak, for example, dozens of Dayak girls, end up working the bars, karaoke joints and hotels.

Since the 1970s, the Dayak have been baffled by the existence of mining projects, logging by forest concessionaires, plantations and industrial timber estates. Socio-economic expert Mubyarto said the presence of the giant projects in Kalimantan changed the Dayak’s source of wealth.

The rattan monopoly has impoverished the Dayak in East and Central Kalimantan. The gold mining in Ampalit (Central Kalimantan ), coal mining in East Kalimantan and gold mining in Monterado (West Kalimantan) have caused the locals to suffer. The same thing has happened to the Dayak Bentian, Dayak Pawan-Keriau and Empurang. They struggle against the plantations, which are partly financed with foreign loans. They are forced to give their land to the investors. After the land transfer, all the plants, all the sacred places and cemeteries were demolished and replaced by palm oil trees. They are forced to pay the investors for the privilege of living on their own land in installments.

The project ruins the environment, as well as the social, cultural and political patterns. They have marginalized the sovereignty and dignity of the Dayak over the Land and natural resources.

Copy paste from:http://www.bali-travel-online.com/borneo_island/about_dayak_tribe.htm
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://sahabat.forummotion.com/
bushido
Pinsan Haring


Jumlah posting : 415
Location : Kudat - KL
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   1/12/2008, 10:51 pm

Dayak pada masa kini
Dewasa ini suku bangsa Dayak terbagi
dalam ENAM RUMPUN BESAR:
1. Dayak Kenyah-Kayan-Bahau,
2. Dayak Ot Danum

3. Dayak Iban
4. Dayak Murut
5. Dayak Klemantan
6. Dayak Punan


Keenam rumpun itu terbagi lagi dalam kurang lebih 405 sub suku. Meskipun
terbagi dalam ratusan sub suku, kelompok suku Dayak memiliki kesamaan ciri-ciri
budaya yang khas. Ciri-ciri tersebut menjadi faktor penentu apakah suatu sub
suku di Kalimantan dapat dimasukkan ke dalam kelompok Dayak. Ciri-ciri tersebut
adalah rumah panjang, hasil budaya material seperti tembikar, mandau, sumpit,
beliong (kampak Dayak); pandangan terhadap alam, mata pencaharian (sistem
perladangan), dan seni.


DAYAK DUSUN DI SABAH

Dayak Dusun di Sabah merupakan
terbahagi kepada 3 rumpun utama. Dayak Paling banyak di Sabah iaitu:

1.
Dayak Dusun (Momogun Rungus, Kadazandusun dan Tombonuvo (Sungai)
2. Dayak
Murut (Murut Tagol, Serudung, Lundayeh dan Timugon @ Timogun
3. Dayak Iban
(Iban tempatan sabah).

Inilah rumpun2 DAYAK yang menjadi penghuni asal
Sabah sejak purba. Melalui penemuan2 penduduk di Gua Niah, madai dan gua2 di
kalimantan kita mempunyai ciri budaya (seperti membuat rumah panjang) dan
kepercayaan yang sama termasuk alat-alat dan bahasa yg digunakan.

DUSUN
DAYAK di Sabah (Kadazandusun, Momogun Rungus dan Tombonuvo) bukan saja mempunyai
persamaan budaya dan kepercayaan dengan Dayak Ot-Danum di kalimantan malah
bahasa mereka juga adalah SAMA.

Sila lihat persamaan bahasa ini dengan
lebih jelas:

Bahasa Dayak Ot Danum (Witu) :
http://www.language-museum.com/d/dusun-witu.htm

Bahasa
Dayak Dusun (Momogun) :
http://www.language-museum.com/k/kadazan-coastal.htm


Melalui persamaan bahasa ini maka amatlah jelas bahawa DAYAK merupakan
penghuni asal kepulauan BORNEO ini. Dan ia menyokong dengan jelas bahawa KDM
merupakan bangsa Dayak.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.momogun.page.tl
bushido
Pinsan Haring


Jumlah posting : 415
Location : Kudat - KL
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   1/12/2008, 10:53 pm

PERSAMAAN BAHASA DAYAK OT-DANUM dengan DAYAK DUSUN ((Momogun
RUNGUS) di petik dari artikel di atas:

The Ot Danum live in the
"longhouse" with sometimes as many as 50 rooms. The house called Batang.


SILA LIHAT BAHAWA "The house called Batang - oleh Dayak
Ot-Danum" dalam bahasa Dayak Dusun (Momogun Rungus) pula "Rumah Panjang" di
panggil BVINATANG juga dari kata BVATANG.

Untuk kepastian sila
baca artikel di bawah:


An Overview Population
(http://www.petra.ac.id/eastern/cent_kal/pop.htm)



By the end 1994 total population in Central Kalimantan 1.153.486
km², with the average density of 10 about 3,2 %. The population comprises of
several religions, i.e. Moslem, Christians, Catholic, Hindus, and Budhist which
is until now still practised called Kaharingan.

Nowadays this faith is
formally called Hinduism since its integration with the later 1980. Religious
life among all of those adherers is in harmony. The most inhabitants of this
province are the Dayaks, the original tribes inhabiting this province. This
tribers are Dayak Ngaju, Dayak Siang, Dayak Ot Danum, Dayak Ma'anyan, Dayak
Dusun, Dayak Tamuan, etc. Beside then there also many other people from other
provinces in Indonesia. Working toghatered and in cooperation is still
maintained especially among them. Various kinds of Dayak's Traditional and
contemrary art which are highly qualified such as Art of Carving, Art of
dancing, Music, Weaving, Sculpt, Painting always been developed.

Three
big Dayaks subtribes live in the hinter land of Central Kalimantan. They are the
Ngaju, Ot Danum and Ma'anyan. The Ngaju initially inhabited upstream area of the
rivers, then migrated down-stream. Thre, their, culture mixed with those of
others. Like some other Dayaks in Kalimantan, specially the Ot Danum and the
Ma'anyan. The Ngaju till dry and moves from one region to another. The adhere to
the told Kaharingan religion, which a from of anchestor worship, mixed with
elements of animism and dynamism. The Ngaju people speak a language that belongs
to the Barito family of languages. The language also spoken by the Ot Danum and
Ma'anyan, even by all minor languages, such as those of the northwest Barito
area, spoken by the Ot Danum, and the southeast, which is spoken by the
Ma'anyan.

The Ot Danum inhabit the upstream regions of the Kahayan,
Barito, Kapuas and Rungan rivers. Some of them live along riversides in West
Kalimantan. Their original settlement are found in the northern part of Tumbang
Miri, in the upstream reaches of the Kahayan river. The Ot Danum live in the
"longhouse" with sometimes as many as 50 rooms. The house called Batang.Such
houses found near the headwaters of rivers in the Kapuas and East Kotawaringin
regencies. The Ot Danum number approximately 6.000 peoples, which makes them the
largest among the three subtribes of Central Kalimantan. The Ot Danum, like
other Dayaks, are known for their skill in planting rattan, palm leaves and
bamboo. Such products are made by the women and sale in the markets in towns and
cities as Kuala Kapuas, Banjarmasin and Sampit.

The Ma'anyan inhabit the
areas east of the Barito river and its tributaries such as the telang. Kalau,
Dayu and Pantai. The Ma'anyan mantain contact with Banjar people living it the
downstream regions of rivers in South Kalimantan. Along the Karau and Dayu
Rivers, however, the Ma'anyan associate exclusively with other Dayaks, mainly
the Lawangan. The Lawangan people have been living in this region long before
the Ma'anyan arrived.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.momogun.page.tl
bushido
Pinsan Haring


Jumlah posting : 415
Location : Kudat - KL
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   1/12/2008, 10:55 pm

Bertualang di Kalimantan Tengah - Merasakan Jadi Orang Dayak

http://www.sinarharapan.co.id/berita/0705/03/sh06.html


Cara hidup orang Dayak memang unik, seperti halnya Suku Ngaju Dayak,
yang paling dikenal sebagai Suku Dayak yang menghuni Sungai Kahayan dan Kapuas.


Suku ini terkenal dengan karya seninya, antara lain membuat peti jenazah
kayu dengan makam yang ditinggikan, kapal orang mati, dan patung memorial yang
tinggi.

(- Persamaan budaya Momogun Rungus : dalam tradisi
penguburan orang Rungus apabila seseorang mati mereka akan membuat "lzungun =
keranda" dalam bentuk pangki = perahu/kapal dan lzungun itu akan di ukir manusia
di bahagian kepala dan burung di bahagian kaki si mati. Cara penguburan pula
kepala akan mengarah Timur dan kaki mengarah ke barat. Ini kepercayaan Agama
Lzabvus. Tradisi membina kapal orang mati ini wujud juga dalam tradisi Dayak
kalimantan. )


Adapun Suku Ot Danum tinggal di seputar sungai di
sebelah utara tempat tinggal Suku Ngaju dan di selatan Barisan Pegunungan
Schwaner dan Muller. Suku Ot Danum tinggal di rumah-rumah panjang dengan
pilar-pilar setinggi 2-5 meter di atas tanah, dan memiliki 50 ruangan. Rumah
panjang ini disebut batang.

(Persamaan Rungus dgn Ot Danum =
Rumah panjang di panggil BATANG dalam bahasa Ot Danum dan Rungus memanggilnya
"Binatang - bunyi sebutan bvinatang" juga dari kata BVATANG.
)


Suku Ot Danum terkenal dengan keterampilannya menganyam rotan,
daun palem, dan bambu. Para lelakinya merupakan pemburu yang menggunakan alat
tradisional semacam sampit.
Keunikan Suku Dusun Ma’anyan, antara lain mereka
mempraktikkan pengambilan hati roh, ritus pertanian, upacara kematian yang
rumit, serta memanggil dukun untuk mengobati penyakit mereka. Makam mereka
menunjukkan hierarki sosilx.

(Kepercayaan Dayak banyak persamaan
dari basic keagamaan dengan Momogun. We Are Dayak! betulkan? "



Jajaran makam kaum bangsawan terletak di hulu sungai, disusul ke arah
hilir untuk makam kaum tentara, penduduk biasa, dan yang paling hilir adalah
makam untuk kaum budak.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.momogun.page.tl
bushido
Pinsan Haring


Jumlah posting : 415
Location : Kudat - KL
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   1/12/2008, 10:57 pm

"PENGHAPUSAN DOSA" SUKU DAYAK"
http://www.sabda.org/publikasi/misi/2000/43/

Para
tua-tua suku Dayak berdiri berkelompok sambil menonton
beberapa orang
pengrajin yang sedang melakukan pekerjaan tahap
terakhir pada sebuah perahu
kecil. Setelah selesai, para pengrajin
itu menyerahkan perahu itu kepada
tua-tua, yang dengan hati-hati
menggotongnya ke pinggir sebuah sungai di
dekat desa mereka, Desa
Anik. Sementara seluruh penduduk desa melangkah maju
untuk menonton
dari jarak yang lebih dekat, salah seorang tua-tua memilih
dua ekor
ayam dari kawanan ayam di desa itu. Setelah memeriksa dengan
seksama
bahwa kedua ayam itu sehat, disembelihnya seekor dan darahnya

dipercik-percikkan di sepanjang tepi sungai. Ayam yang seekor lagi
dalam
keadaan hidup ditambatkan pada salah satu ujung geladak perahu
kecil itu,
dan diberi segenggam padi supaya tetap jinak.
Kemudian seorang lain datang
membawa sebuah lentera yang
diikatnya pada ujung yang lain dari geladak
perahu itu, lalu lentera
itu dinyalakannya. Setelah itu, setiap penduduk
desa menghampiri
perahu itu dan secara bergantian meletakkan sesuatu yang
tak dapat
dilihat mata, ditengah-tengah geladak, di antara lentera yang

menyala dan ayam yang hidup itu. Coba tanyakanlah kepada seorang
Dayak
tentang apa yang telah diletakkannya itu, maka ia akan
menjawab, "Dosaku!"

Setelah penduduk Anik meletakkan "dosanya" masing-masing di
perahu kecil
itu, para tua-tua desa dengan hati-hati mengangkat
perahu itu dari tanah
lalu mereka turun ke dalam sungai. Kemudian
perahu itu dilepaskan sehingga
terbawa arus sungai. Sementara perahu
itu hanyut ke arah muara, para
penonton di tepi sungai makin tegang.
Demikian juga para tua-tua yang
berdiri di tengah sungai sampai dada
mereka terendan air; mereka
hampir-hampir tidak berani bernafas!
Kalau perahu itu terbalik padahal masih
terlihat oleh mereka, maka
penduduk Anik akan hidup penuh kegelisahan sampai
upacara seperti
ini pada tahun berikutnya. Tetapi kalau perahu kecil itu
menghilang
di sebuah tikungan sungai, seluruh hadirin akan mengangkat tangan

mereka ke arah langit dan berteriak, "Selamat!"
Namun, perahu penanggung
dosa suku Dayak pasti tidak dapat
sungguh-sungguh menghapus dosa. Makna yang
terkandung adalah: perahu
penanggung dosa mewujudkan beberapa pengertian
yang sah. Manusia
perlu dosanya dihapuskan! Penghapusan dosa tidak hanya
memerlukan
kematian suatu pribadi yang murni, tetapi juga kehadiran suatu

pribadi yang hidup. Cahaya kebenaran (yang dilambangkan oleh
lentera
yang menyala itu) merupakan prasyarat yang diharuskan bagi
penghapusan dosa!

Siapakah yang akan mengira bahwa suku Dayak - yang dahulu
ditakuti
sebagai suku pengayau itu - ternyata sebelumnya sudah
memiliki konsep-konsep
yang mengandung kebenaran Alkitabiah yang
begitu kuat pengaruhnya? Kabar
baik bahwa Kristus menjadi Penanggung
Dosa umat manusia merupakan salah satu
pokok utama dari Injil.
Kristus yang sama, yang menghapuskan dosa kita, juga
menanamkan roh
yang baru dalam diri kita supaya kita jangan berulang-ulang
jatuh
kembali ke dalam kesalahan-kesalahan yang sama. ... Kita telah

dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan Tubuh
Yesus
Kristus" (Ibrani 10:3-10)
< http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Ibr/T_Ibr10.htm 10:3 >


Menurut cerita diatas:

Segala kepercayaan ttg penghapusan dosa
Dayak Kalimantan merupakan satu siri yang sama dalam agama Lzabvus. Upacara di
atas adalah merupakan satu persamaan dalam tokoh pencipta hukum pertama Momogun
di Nunuk Ragang iaitu Bobolizan Gomburon dan gabungan hukum Bobolizan Guraumanuk
iaitu pencipta hukum momogun pada gelombang kedua revolusi hukum-hukum momogun.


Penggunaan perahu sebagai alat penghukuman adalah di wahyukan oleh
bobolizan Gomburan dan bagi kesalahan paling besar pesalah-jenayah berat akan di
masukkan dalam bubuh diikat bersama batu berat dan di hanyutkan dalam sungai
atau laut.


Dalam gelombang kedua pewahyuan hukum2 agama lzabvus
bobolizan guraumanuk menggantikan hukum bunuh ini dengan KORBAN PENEBUS SALAH
melalui sembelihan dan seperti yang anda lihat dalam cerita diatas maka ia
bergantung kepada keputusan LZUMAAG sama ada petanda buruk atau petanda baik.


WE ARE DAYAKIAN!
YANG BERTANGGUNGJAWAB MEMBUKA KEPULAUAN BORNEO?


KITALAH DAYAK yang juga di kenali MOMOGUN itu...
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.momogun.page.tl
bushido
Pinsan Haring


Jumlah posting : 415
Location : Kudat - KL
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   1/12/2008, 11:03 pm

Asal-Usul Kinabatangan

Sungai Kinabatangan adalah dari
kata "cina + bvatangan" yg merujuk kepada "tempat perumahan cina" pada suatu
zaman dahulu. dalam bahasa momogun rungus, cina di sebut KINA. Bvatangan adalah
merujuk kepada "perumahan sementara" mereka.
Maka sehingga hari ini tempat
itu di sebut Kina-Bvatangan.

ada lagi versi lain ialah "kinabatangan"
adalah tempat matinya buaya sungai kinabatangan akibat pertarungan dengan buaya
tomburulzan di matunggong."

sungguhpun ini tak pernah di tulis dalam
sejarah tetapi sejarah lisan ini terus di pelihara melalui cerita-cerita orang
tua.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.momogun.page.tl
bushido
Pinsan Haring


Jumlah posting : 415
Location : Kudat - KL
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   1/12/2008, 11:04 pm

Penelitian tradisi lisan suku-suku KDM sangatlah penting sebab dari tradisi
lisan inilahlah dapat kita ketahui landasan pemikiran, sikap dan tingkahlaku
masyarakat suku-suku kita.

Tradisi lisan suku kita mengandung falsafah,
etika, moral, estetika, sejarah, seperangkat aturan (adat), ajaran-ajaan
keagamaan, ilmu pengetahuan asli dan teknologi tepat guna serta hiburan rakyat.


Hal inilah yang kemudian menuntun pemikiran, perkataan dan perilaku
individu dan komunitas masyarakat suku kita.

Tradisi lisan, bagi setiap
suku menghubungkan generasi lampau, sekarang dan masa depan.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.momogun.page.tl
bushido
Pinsan Haring


Jumlah posting : 415
Location : Kudat - KL
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   1/12/2008, 11:12 pm

Dalam rumpun dayak ada 400 lebih sub suku. Maka ikutlah
tradisi suku masing2. Sebagai contoh dalam bahasa dayak Bidayuh mereka punya
bahasa masih banyak yang mempunyai persamaan bahasa dengan kita:

Malay -
Bidayuh - Rungus

Senyum - Nginyem = Kirum, Ngirum (kada
ki-ngirum-ngirum)
Gigi - Jipeh, Jipon = Nipon
Cerita - Tanen = tangon

Kucing - Busing, Singau = Singau adalah anak kucing dalam rungus. Tombusing
dalam rungus pula kucing liar.

Sayur - Kaneh = Kana iaitu lauk dalm
bahasa rungus
Biawak - Nahat = mandahatan
Rumah - Ramin = Lamin (bilik
suami isteri) Lamin = rumah dalam kadazan
Gembira - Biranggun - Obviranggun
ialah ceria dlm rungus.

Nota: Arranggun dalam rungus pula "hensom" di
gunakan utk menamakan anak lelaki. Ada ramai juga bernama maranggun.


Isteri - Sewon, Sowon = savo
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.momogun.page.tl
bushido
Pinsan Haring


Jumlah posting : 415
Location : Kudat - KL
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   1/12/2008, 11:14 pm

Kenapa banyak sangat Varian dalam suku-suku asli borneo
kerana menurut pakar sejarah di sebabkan GEMLOMBANG MIGRASI seperti yg di
laporkan di bawah ini. Kita hanya cuba menjejaki simpang siur kebangsaan kita
dan bukannya nak meruntuhkan dinding budaya kesukuan kita masing-masing.


TEORI PAKAR SEJARAH TENTANG PENDUDUK BORNEO

Gelombang Migrasi
Pertama
Gelombang pertama terjadi kira-kira 1 juta tahun yang lalu tepatnya
pada periode Intergasial-Pleistosen. Kelompok ini terdiri dari ras Australoid
(ras manusia pre-historis yang berasal dari Afrika).

Gelombang Migrasi
ke-2
Pada zaman Pre-neolitikum, kurang lebih 40.000-20.000 tahun lampau,
datang lagi kelompok suku semi nomaden (tergolong manusia moderen, Homo sapiens
ras Mongoloid). Penggalian arkeologis di Niah-Serawak, Madai dan Baturong-Sabah
membuktikan bahwa kelompok ini sudah menggunakan alat-alat dari batu, hidup
berburu dan mengumpulkan hasil hutan dari satu tempat ke tempat lain. Mereka
juga sudah mengenal teknologi api.
Gelombang Migrasi ke-3
Kelompok ketiga
datang kurang lebih 5000 tahun silam. Mereka ini berasal dari daratan Asia dan
tergolong dalam ras Mongoloid juga. Kelompok ini sudah hidup menetap dalam satu
komunitas (rumah panjang?) dan mengenal tekhnik pertanian lahan kering
(berladang).

Gelombang Migrasi ke-4
Gelombang migrasi itu masih terus
berlanjut hingga abad 21 ini.

Teori ini sekaligus menjawab persoalan:
mengapa suku bangsa Dayak memiliki begitu banyak varian baik dalam bahasa maupun
karakteristik budaya.

Dalam gelombang ke-4 inilah keaslian kita semakin
di cabar arus percampuran dengan pelbagai. Oleh sebab itu kita tidak hairan
kenapa wujudnya perbezaan yg ada dalam suku-suku kita tetapi yang kita mahu
temukan ialah susur galur bangsa kita melalui budaya yang ada.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.momogun.page.tl
bushido
Pinsan Haring


Jumlah posting : 415
Location : Kudat - KL
Registration date : 22.09.08

PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   1/12/2008, 11:24 pm

Ciri-ciri tersebut menjadi faktor penentu apakah suatu sub
suku di Kalimantan dapat dimasukkan ke dalam kelompok Dayak. Ciri-ciri tersebut
adalah rumah panjang, hasil budaya material seperti tembikar, mandau, sumpit,
beliong (kampak Dayak); pandangan terhadap alam, mata pencaharian (sistem
perladangan), dan seni.

SESIAPA SAJA BOLEH MENENTANG TEORI SAYA INI.
DISEBABKAN INI HANYALA SEBUAH TEORI MAKA GELARKAN SAJA BAHAWA INI ADALAH TEORI
BUSHIDO.

TEORI BUSHIDO INI ADALAH SALAH SATU HASIL YANG PENUH DENGAN
KEMUNGKINAN. TETAPI SEBENARNYA TEORI INI BELUM ADA HASIL APAPUN.

Saya
minta kepada para forumer KDM agar memberikan maklum balas dengan fakta-fakta
anda ttg beberapa perkara poko yang saya sebutkan di bawah:

Menurut para
pakar pengkaji, istilah Dayak adalah sebutan untuk "penduduk asli kepulauan
borneo". maka menurut mereka faktor-faktor dibawah ini merupakan kaitan yang
paling jelas dan hubung kait yg ketara menjadikan bahawa Dusunic juga adalah
Rumpun Dayak.

faktor-faktor itu adalah :
- pandangan alam
- rumah
panjang
- hasil budaya material
- cara penghidupan
- kesenian
-
kepercayaan
- bahasa

buat masa ini faktor-faktor ini adalah yang
paling umum di jadikan perkaitan dan hubungan yg di gunapakai oleh para pengkaji
luar. faktor ini jugalah yang cuba saya gunakan dalam kajian ini.

Secara teori juga sekiranya ada
suku yang tidak mempunyai kaitan dgn dayak ini maka ada beberapa kemungkinan ia
adalah hasil dari gelombang migrasi yang lain. Itu pun agak menarik juga kerana
bolehlah kita jadikan juga sebagai kajian terbaru dan sebagai kekayaan budaya
kita juga.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.momogun.page.tl
Sponsored content




PostSubyek: Re: Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun   

Kembali Ke Atas Go down
 
Momogun Rungus juga di kenal sebagai Dayak Dusun
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Momogunology Forum  :: Momogunology Lobby :: Momogun Ethnic Issues-
Navigasi: